Mount Manual
Mounting samba bisa dilakukan secara manual menggunakan konsole. Meski terbilang primitif
, cara ini kadang diperlukan untuk memastikan apakah ada suatu kesalahan pada baris perintah yang kita lakukan.
Mount pada folder yang hanya bisa diakses oleh user tertentu (butuh user name dan password)
mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o username=UserSamba,password=PasswordSamba,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777
Contoh :
mount -t cifs //192.168.0.1/Warehouse /home/vavai/Desktop/whs2 -o username=vavai,password=passwordvavai,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777
Penjelasan :
- mount -t cifs adalah perintah untuk mount folder Samba. Jika menggunakan distro lain bisa diganti dengan perintah mount -t smbfs
- 192.168.0.1 adalah IP Address Server Samba. Jika menggunakan Nama HostName / Netbios, kita perlu melakukan setting pada file /etc/nsswitch.conf. Ini belum saya bahas pada panduan ini
- Warehouse adalah nama folder share. Nama folder share pada suatu komputer dapat dicheck dengan perintah smb://ip-address-server-samba pada Konqueror
- /home/vavai/Desktop/whs2 adalah nama folder tujuan untuk proses mounting. Folder ini harus sudah ada. Jika belum ada ya harus dibuat.
- -o username=vavai,password=passwordvavai, adalah nama dan password user samba
- iocharset=utf8, untuk memastikan proses konversi huruf / font. Pada komputer dengan font non latin, ada masalah jika opsi ini tidak didefinisikan.
- file_mode=0777,dir_mode=0777, perintah untuk memastikan bahwa folder atau file yang dibuat pada hasil mount bisa diakses dengan modus read dan write.
Cara ini memiliki kekurangan karena username dan password samba dibuat secara plaintext yang artinya bisa dilihat oleh orang lain dengan mudah. Untuk melindunginya, kita bisa menggunakan opsi file credentials, yang menyimpan user name dan password pada suatu file teks yang diletakkan difolder tertentu dan hanya bisa diakses oleh user tertentu.
Caranya adalah dengan membuat file teks, misalnya root/.filecredentials. Tanda titik pada file menunjukkan bahwa file ini berjenis hidden file. Buatlah file tersebut dengan text editor non GUI, misalnya dengan vi. Kenapa tidak dengan GUI Editor, karena file ini harus berisi perintah teks murni tanpa format macam-macam. Isilah file tersebut dengan isi sebagai berikut
username=UserSamba
password=PasswordSamba
Lakukan chmod pada file tersebut agar hanya root yang bisa mengaksesnya, chmod 700 /root/.smbcredentials
Mount pada folder tanpa user name dan password :
mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o guest,rw,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777
Mount dengan akses read only
mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o guest,iocharset=utf8
Tq 4 ur comments, bro